TANTANGAN Palang Merah Indonesia (PMI) di tahun 2020 salah satunya soal ketersediaan darah. Tidak dipungkiri di masa pandemi saat ini, para pendonor menurun akibat dampak merebaknya virus Corona.

Kendati demikian, tak menyurutkan semangat lembaga kemanusiaan untuk membantu sesama yang membutuhkan transfusi darah.

Merasa bahwa kebersamaan sungguh merupakan kekuatan, berbagai langkah pun terus diupayakan guna tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sejalan dengan itu bertepatan Hari Ulang Tahun ke-75 Palang Merah Indonesia, Ketua PMI Tomohon, Syerly Adeline Sompotan (SAS) melantik pengurus Penggerak Giat Donor Darah Kota Tomohon. Dibentuknya organisasi sosial ini dimaksudkan, agar misi kemanusiaan yang diemban semakin digiatkan hingga ke pelosok.

Melalui sambutannya, SAS berharap segenap pengurus bisa berperan aktif menggalang para pendonor untuk dapat berpartisipasi mendonorkan darahnya. “Yang saya tau Unit Transfusi Darah (UTD) Kota Tomohon, setiap bulannya mendistribusikan hampir 300 sampai 400 kantong darah,” tuturnya.

Ia menambahkan pasein yang dirawat di Rumah Sakit di Tomohon bukan saja warga Tomohon, namun ada juga yang datang dari Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara bahkan Kota Manado.

Sementara itu Wenny Lumentut yang didapuk untuk menahkodai Penggerak Giat Donor Darah Kota Tomohon, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah tersebut.

“Saya tau yang berkumpul disini, semuanya adalah orang-orang baik. Jadi selama kita masih ada kesempatan, mari kita lakukan hal-hal baik untuk kehidupan yang lebih baik,” ajak Wenny.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara inipun membeberkan, jika dirinya merasa tergerak turut serta dalam misi kemanusiaan.

Menurutnya lagi, meskipun ia sebagai politisi, namun kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua Penggerak Giat Donor Darah Kota Tomohon, bukan untuk sarana berpolitik. “Segala sesuatu kita lakukan yang baik-baik. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Saya hari ini pegang jabatan, tidak ada tujuan untuk politik,” ungkap WL, sapaan akrabnya.

Di tempat yang sama Kepala UTD PMI Tomohon, dr. Levie Goliot kepada pewarta mengatakan, organisasi kemanusiaan lebih layak dijalankan oleh mereka yang memiliki ketulusan maupun keikhlasan.

“Memang sebaiknya organisasi seperti ini, terus dipimpin oleh orang yang benar-benar peduli terhadap kemanusiaan,” ujar Levie, yang didampingi Barly Wowor salah satu pengurus PMI Tomohon Bidang PMR.

Pelantikan yang digelar Kamis (17/9/2020) tersebut selain dihadiri tamu undangan, ikut pula perwakilan Palang Merah Remaja dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Bertje – BN Sulut