Labora Sitorus Kembali Bersuara, Netizen dan Pegiat Media Soroti

Labora Sitorus Kembali Bersuara, Netizen dan Pegiat Media Soroti

SETELAH menjadi bulan-bulanan pemberitaan media dan mencuatkan namanya beberapa tahun lalu, kini Labora Sitorus kembali menampakan diri ke publik melalui media.

Kali ini pemberitaan tentang terpidana kasus rekening gendut itu kembali ramai diperbincangkan, masih terkait fakta seputar kasus yang membelitnya.

Berbagai komentar pun dilontarkan para pegiat berita bahkan netizen di media sosial. Yang menjadi sorotan kasus polisi berpangkat Briptu itu adalah tidak adanya surat perintah penahanan dalam penangkapannya.

Bahkan terungkapnya surat pembebasan yang dikeluarkan Kalapas Sorong Isak Wanggai pada 24 Agustus 2014 dengan No: W31.PAS.PAS.02 juga ikut jadi perhatian publik.

Sementara menurut Peraturan Pemerintah (PP) tahun 1999 No. 58 pasal 5 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Wewenang, Tugas dan Tanggungjawab Perawatan Tahanan pada pasal 5 ayat 1 menyebutkan bahwa setiap penerimaan tahanan di rutan/cabang rutan/lapas atau tempat tertentu wajib didaftar.

Selain itu dilengkapi surat penahanan yang sah yang dikeluarkan oleh pejabat yang bertanggung jawab secara yuridis atas tahanan yang bersangkutan sesuai dengan tingkat pemeriksaan.

Sementara, saat keluarga Labora Sitorus mendatangi Lapas Klas 1 Cipinang mempertanyakan tentang surat pembebasan yang dikeluarkan Kalapas Sorong itu, Kalapas Cipinang, Tonni Nainggolan yang ditemui menyatakan, surat yang dibuat Kalapas Klas IIB Sorong Isak Wanggai itu adalah tidak benar. “Ini surat tidak benar, mana yang aslinya?” ucap Kalapas Cipinang.

Sedangkan surat tersebut adalah foto copy sesuai dengan aslinya yang ditandatangani langsung Kalapas Sorong dan distempel basa dengan lambang khas Kemenkumham beserta sidik jari Labora Sitorus.

Oleh karena itu, para pejuang keadilan dan pegiat berita mensinyalir adanya pembohongan publik yang dilakukan oleh pejabat lapas.

“Jika memang surat itu tidak benar, lantas yang benar seperti apa dan kenapa sampai surat tersebut bisa dibuat oleh pejabat lapas,” komentar salah satu pegiat berita.

Hingga kini, kasus Labora Sitorus ibarat bola panas yang siap untuk meledak dan menyeret sejumlah oknum yang terlibat di dalamnya. GP/BN01 – Jakarta